Posted in baking

Belajar Bikin Roti

Selama masa stay at home, gue nyoba-nyoba bikin roti. Gara-garanya malas beli roti di luar. Apalagi saat itu kondisi masih mencekam banget.

Ya, udah daripada kangen, bikin aja sendiri pakai bread maker. Karena di rumah jadwal hectic banget. Bila sesuatu hal bisa di subtitusi dengan mesin. Why not?

Awalnya ya masih beginilah. Hati-hati. Serba maklum karena baru pertama nyoba.

Campur tepung protein tinggi, mentega, dsb.

Enaknya pakai bread maker itu pas bagian menguleni dan fermentasi gue bisa sambi dengan kerjaan lain. Tahu-tahu “TING” udah jadi aja.

Supaya matang rata, di eksekusi akhir yaitu mengeluarkan roti, gue pakai alat seadanya dulu berhubung nggak nemu tatakan besi. Saringan mie pun jadi. Mwahahaha…

Setelah agak dingin baru difoto dalam kondisi paripurna.

Kelihatan lebih cakepan tanpa saringan.

Sambil moto ini sudah banyak yang tereak-tereak di belakang layar. Ganas menuntut sesi dokumentasi segera diakhiri. Gue malah sengaja lamain dikit (sungguh bukan chef teladan).

Begitu ijin makan turun, langsung habis diserbu. Lebih enak dari roti yang dijual, kata para pelahap. Anget pula.

Not badlah.

Hari-hari selanjutnya bikin yang lebih advance, roti pandan. Bikinnya harus pakai mixer. Tepungnya sudah jadi tinggal tambah telur dan mentega.

Kali ini motonya rada cakepan dikit tapi nggak sampai ribet.

Yang penting, nanti laku dimakan!

Versi pandan ini lebih disukai. Enak banget katanya. Soal yang lain gue nggak mikirin. Karena yang paling tragis itu kan udah masak nggak dimakan.

Gue juga batasin diri dari kalap buat bikin roti banyak-banyak, karena nanti nggak ada yang makan. Beda dengan kue kering, usia roti lebih cepat.

Lagipula kita hidup di Indonesia bukan di Barat yang makanan pokoknya memang roti. Orang disini masih anggap roti cemilan. Jadi kalau kenyang dengan makanan pokok, ya nggak akan makan dulu.

Alasan lain, supaya semua orang suka, gue bikin rotinya standar banget yang banyak tepung terigu, mentega, dan gula. Ya, untuk kesehatan tidak baik juga bagi orang dewasa. Bisa diabetes.

So kamu suka bikin roti?

Leave a comment